Tuesday, April 24, 2012


Alhamdulillah sebagai seorang muslim kita pantas bersyukur karena kita memiliki agama yang benar dan diridhoi oleh Allah SWT yaitu agama Islam. Kita pun patut bersyukur kedua orang tua, saudara dan lingkungan keluarga kita beragama islam. Dan kita hidup ditengah-tengah umat islam. Dan kita tidak bersusah payah untuk masuk islam karena kita terlahir dalam keluarga muslim. padahal jauh diluar sana banyak sekali saudara – saudara kita yang non muslim yang ingin memeluk agama islam harus bersusah-susah, terkadang mereka bersitegang dengan keluarganya karena berpindah agama, mungkin dijauhi  saudara dan teman-temannya, bahkan ada yang sampai diusir keluar rumah. Tetapi mereka sebetulnya tidak rugi, bahkan mereka adalah orang-orang yang beruntung karena mendapat hidayah dan ampunan dari Allah SWT. Mereka menjadi fitrah dan suci karena masuk islam, dan dosa-dosa mereka yang lalu akan diampuni. Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW bahwa agama islam dibangun atas 5 perkara yang disebut dengan rukun islam. Ibnu Umar berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Islam dibangun di atas lima dasar: 1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah; 2) menegakkan shalat; 3) membayar zakat; 4) haji (bagi yang mampu); dan 5) puasa pada bulan Ramadhan.'
Rukun islam yang pertama adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah. Kalimat ini disebut sebagai dua kalimat syahadat atau syahadatain :
          Kalimat pertama :
asyhadu an-laa ilaaha illallaah
artinya : Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
Kalimat kedua :
wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah
artinya: dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Seseorang yang hendak masuk agama islam haruslah mengucapkan dua kalimat syahadat ini sebagai pintu gerbang masuk agama islam, sesudahnya barulah rukun-rukun lainnya Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan dan Haji (bagi yang mampu). Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat berarti seseorang telah masuk islam, karena ia telah menunjukkan pengakuan tauhid, hanya mempercayai Allah Tuhan yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang paling benar untuk disembah dan diibadahi. Serta ia memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allah seperti yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW.

Syahadat harus dilakukan dengan lisan, hati, dan berdasarkan ilmu. Seseorang wajib bersyahadat dengan lidahnya dengan keyakinan hatinya bahwa laa ilaaha illallaah maknanya adalah tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah. Yaitu engkau bersyahadat dengan lidahmu dengan keyakinan hatimu bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dari kalangan makhluk baik Nabi, wali, pohon, batu, atau benda lainnya Kecuali Allah. Dan yang diibadahi dari selain Allah adalah batil.
Allah SWT Berfirman dalam Q.S AL Hajj ayat 62 :


''(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.''


Seseorang bersyahadat muhammadan rasuulullaah  berarti ia harus meyakini, memberitakan dan mengumumkan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Dan sesungguhnya wahyu turun kepada Beliau. Sehingga Beliau menyampaikan apa yang Allah Firmankan. Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. sehingga berita-berita dari Beliau diyakini, perintah-perintahnya dilaksanakan, apa yang dilarang beliau ditinggalkan dan beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang beliau Syariatkan. 
Allah SWT Berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 119 :


"Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka "

Total Pageviews

Popular Posts